Think Bigger, Act Smarter, Live Better!

Switch Language English

Event


Inhouse Training di Karawang - Maximized Your Potential, Boost Your Performance bersama PT Bukit Muria JayaInhouse Training di Karawang - Maximized Your Potential, Boost Your Performance bersama PT Bukit Muria Jaya

Training motivasi leadership di Karawang Maximized Your Potential, Boost Your Performance. Training motivasi leadership bersama PT. Bukit Muria Jaya di ... Detil

Inhouse Training di Kalimantan Selatan - Personal Safety Accountability Focus to Health & Fatigue Management bersama PT. Saptaindra SejatiInhouse Training di Kalimantan Selatan - Personal Safety Accountability Focus to Health & Fatigue Management bersama PT. Saptaindra Sejati

Training motivasi leadership di Kalimantan Selatan Personal Safety Accountability Focus to Health & Fatigue Management. Training leadership terbaik, Ainy Leadership ... Detil

Seminar Motivasi Leadership di Surabaya - Finish Strong bersama PT. Asuransi Jiwa Manulife IndonesiaSeminar Motivasi Leadership di Surabaya - Finish Strong bersama PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Seminar motivasi leadership di Surabaya Finish Strong. Moment seru dalam event 'Finish Strong' bersama PT. Asuransi Jiwa Manulife ... Detil

Seminar Motivasi Leadership di Jakarta - Finish Strong bersama PT Asuransi Jiwa Manulife IndonesiaSeminar Motivasi Leadership di Jakarta - Finish Strong bersama PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Seminar motivasi leadership di Jakarta Finish Strong. Moment seru dalam event 'Finish Strong' bersama PT. Asuransi Jiwa Manulife ... Detil

Inhouse Training di Jakarta : The Power of Working with Emotional Intelligence bersama PT Wika Industri Energi (Batch 2)Inhouse Training di Jakarta : The Power of Working with Emotional Intelligence bersama PT Wika Industri Energi (Batch 2)

Training Motivasi Leadership di Jakarta The Power of Working with Emotional Intelligence (Batch 2)

Trai ning kepemimpinan selama 1 ... Detil

Seminar Leadership di Bogor : Building Solid Teams bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Divisi PeralatanSeminar Leadership di Bogor : Building Solid Teams bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Divisi Peralatan
Seminar Motivasi Leadership di Bogor Building Solid Teams

Semi nar Motivasi leadership bersama teman-teman dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ... Detil

Inhouse Training di Jakarta : The Power of Working with Emotional Intelligence bersama PT Wika Industri Energi Inhouse Training di Jakarta : The Power of Working with Emotional Intelligence bersama PT Wika Industri Energi

Training Motivasi Leadership di Jakarta The Power of Working with Emotional Intelligence (Batch 1) Training kepemimpinan selama 1 hari ... Detil

Inhouse Training di Jakarta : The Power of Working with Emotional Intelligence bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) TbkInhouse Training di Jakarta : The Power of Working with Emotional Intelligence bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Training Motivasi Leadership di Jakarta The Power of Working with Emotional Intelligence. Training motivasi leadership yang berlangsung ... Detil

Inhouse Seminar di Semarang : Building High Performance Teams bersama Bank Mandiri SemarangInhouse Seminar di Semarang : Building High Performance Teams bersama Bank Mandiri Semarang

Seminar Motivasi Leadership - Building High Performance Teams. Seminar motivasi leadership dengan para Kepala Cabang Bank Mandiri Semarang ini diikuti oleh ... Detil


View All Event

Article

Artikel Tentang Karakter Seseorang | Inilah 3 Kehebatan Orang Optimis Yang Tidak Dimiliki Orang Pesimis


Orang optimis selalu fokus pada kekuatannya. Ia tahu betul cara memahami kebutuhan orang lain.

Sangat berbeda halnya dengan orang pesimis. Ia gagal memahami kebutuhan orang lain, karena selalu fokus pada kekurangannya.


Hem supaya lebih mudah, yuk kita simak kisah Ali dan Budi berikut ini.

Kisah pertama :
Mendengar usulannya tentang peningkatan sistem kerja ditolak, Ali merasa kecewa. Di matanya, atasannya itu tidak menyukainya. Buktinya usulannya ditolak. Sayangnya Ali tidak berusaha memahami apa yang membuat sang atasan menolak usulannya. Meski atasannya sudah memberinya masukan, Ali tetap bersikukuh pada pendapatnya. Ia hanya fokus pada penolakannya serta rasa kecewanya. Ali pun merasa dirinya tidak berguna, karena usulannya ditolak atasannya.


Sekarang bandingkan dengan kisah kedua :
Mendengar usulannya ditolak, Budi berusaha memahami penyebabnya. Ia pun bertanya kepada sang atasan apa yang membuatnya menolak usulannya. Setelah mendengar masukan atasannya, Budi memutuskan untuk mengevaluasi kembali usulannya. Baginya, ia harus fokus pada tujuan utamanya yaitu menyampaikan usulan peningkatan sistem kerja. Dengan memperhatikan kondisi yang Anda, Budi merevisi usulannya dan mengajukannya kembali kepada sang atasan. Hasilnya? Usulan Budi akhirnya diterima.

Apakah Anda familier dengan kedua cerita di atas?

Perbedaan apakah yang mencolok diantara kedua kisah tersebut?

Kisah pertama menunjukkan orang yang pesimis, fokus pada diri sendiri dan selalu mengedepankan perasaan hati.


Ada 3 ciri-ciri orang pesimis yang wajib kita kenali.


Pertama, orang pesimis itu cara berpikirnya negatif. Buktinya ketika usulannya ditolak, Ali langsung kecewa dan merasa atasannya tidak menyukainya.

Kedua, orang pesimis itu fokus pada masalahnya dasn bukan tujuan utamanya. Seperti halnya kisah si Ali yang pesimis. Begitu usulannya ditolak, ia merasa kecewa dan bukannya berusaha mencari tahu alasan penolakannya.

Ketiga, orang pesimis itu sangat susah untuk moving on. Seperti halnya Ali, meski sudah diberi masukan untuk perbaikan, ia tetap saja bersikukuh pada pendapatnya. Inilah ruginya menjadi pribadi pesimis.

Sangat berbeda halnya dengan kisah kedua. Kisah kedua menunjukkan pribadi yang optimis.


3 yang membedakan pribadi optimis.


Pertama, pribadi optimis itu cara berpikirnya positif. Buktinya ketika usulannya ditolak, Budi berusaha mengetahui penyebabnya.

Kedua, pribadi optimis itu fokus pada tujuan utamanya dan bukan masalahnya. Karena tujuan utamanya adalah peningkatan sistem kerja, ketika ditolak Budi berusaha mendengarkan masukan atasannya dan mencari jalan keluarnya.

Ketiga, orang optimis itu selalu moving on. Budi dengan berbesar hati memperbaiki usulannya kemudian mengajukan kembali kepada atasannya. Akhirnya usulan Budi pun diterima.

Nah dari 2 kisah tersebut, mana yang lebih mencerminkan diri kita?

Pesimis atau optimis?

Jika ternyata kita lebih pesimis daripada responsif, optimis tidak usah berkecil hati. Sekaranglah momen yang tepat untuk berubah memperbaiki diri, menjadi pribadi yang optimis.

Selamat menjadi pribadi optimis!


Anda tertarik dengan artikel leadership ini? Share yuk!

Updated Thursday, 29 Mar 2018


Video Motivasi Terbaik | Kecewa? Yuk Lakukan Ini. 1 Menit Atasi Kecewa by Ainy Fauziyah ALC