Think Bigger, Act Smarter, Live Better!

Switch Language English

Event


SEMINAR MOTIVASI MAXIMIZED YOUR POTENSIAL BERSAMA PT. ReINDO (GH. UNIVERSAL HOTEL - BANDUNG)SEMINAR MOTIVASI MAXIMIZED YOUR POTENSIAL BERSAMA PT. ReINDO (GH. UNIVERSAL HOTEL - BANDUNG)
Motivator Wanita Terbaik Indonesia, Ainy Fauziyah dan team hadir dalam training motivasi “Maximized Your Potential” di GH Universal ... Detil

TRAINING MOTIVASI LEADERSHIP FUNDAMENTAL I & II BERSAMA PT SAPTAINDRA SEJATI batch III TRAINING MOTIVASI LEADERSHIP FUNDAMENTAL I & II BERSAMA PT SAPTAINDRA SEJATI batch III

Moti vator wanita terbaik Indonesia Ainy Fauziyah dan teamnya hadir dalam training motivasi "Leadership Fundamental I & ... Detil

TRAINING MOTIVASI FUNDAMENTAL  I & II BERSAMA PT SAPTAINDRA SEJATI batch II di Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan TRAINING MOTIVASI FUNDAMENTAL I & II BERSAMA PT SAPTAINDRA SEJATI batch II di Tanjung Tabalong Kalimantan Selatan

Semi nar motivasi "Leadership Fundamental I & II" bersama PT Saptaindra Sejati oleh motivator wanita terbaik Indonesia Ainy Fauziyah kali ... Detil

TRAINING MOTIVASI DAHSYATNYA NILAI DIRI BERSAMA BANK CENTRAL ASIA KANWIL X batch IITRAINING MOTIVASI DAHSYATNYA NILAI DIRI BERSAMA BANK CENTRAL ASIA KANWIL X batch II

PT Bank Central Asia (Bank BCA) kembali mengundang motivator wanita terbaik Indonesia, Ainy Fauziyah bersama dengan teamnya dalam training ... Detil

TRAINING MOTIVASI DAHSYATNYA NILAI DIRI BERSAMA BANK CENTRAL ASIATRAINING MOTIVASI DAHSYATNYA NILAI DIRI BERSAMA BANK CENTRAL ASIA

PT Bank Central Asia (Bank BCA) bagian Pengembangan SDM Kanwil X di Jakarta mengundang motivator wanita terbaik Indonesia, ... Detil

SEMINAR MOTIVASI DAHSYATNYA NILAI DIRI, MERAIH PRESTASI BERSAMA PT. PERTAMINA (PERSERO)SEMINAR MOTIVASI DAHSYATNYA NILAI DIRI, MERAIH PRESTASI BERSAMA PT. PERTAMINA (PERSERO)

PERT AMINA Mengejar Prestasi, Menuju Indonesia Mendunia Motivator wanita Indonesia Ainy Fauziyah bersama teamnya hadir dalam seminar motivasi bersama PT. Pertamina (Persero) yang ... Detil

SEMINAR MOTIVASI  GOOD TO GREAT BERSAMA MEDIA INDONESIA GROUPSEMINAR MOTIVASI GOOD TO GREAT BERSAMA MEDIA INDONESIA GROUP

Bers ama teamnya, motivator wanita terbaik Indonesia Ainy Fauziyah memberikan seminar motivasi di Learning Centre Media Indonesia, Jakarta. Seminar motivasi ... Detil

SEMINAR & PRESENTATION INTERACTIVE IIISEMINAR & PRESENTATION INTERACTIVE III

Juma t, 26 September 2014 bertempat di Hotel Santika Jakarta, motivator wanita inspiratif Ainy Fauziyah bersama teamnya hadir ... Detil

TRAINING MOTIVASI LEADERSHIP FUNDAMENTAL I & II BERSAMA PT. SAPTAINDRA SEJATITRAINING MOTIVASI LEADERSHIP FUNDAMENTAL I & II BERSAMA PT. SAPTAINDRA SEJATI

Moti vator wanita Indonesia Ainy Fauziyah bersama teamnya hadir dalam training motivasi “Leadership Fundamental I & II” bersama ... Detil


View All Event

News

INDONESIAKREATIF.NET, Meninggalkan Zona Nyaman untuk Mencapai Keinginan yang Mulia













INDONESIAKREATIF.NET http://www.indonesiakreatif.net/index.php/id/news/read/meninggalkan-zona-nyaman-untuk-mencapai-keinginan-yang-mulia Banyak orang yang takut untuk meninggalkan zona nyaman dalam hidupnya, terutama karier dan pekerjaan yang cemerlang. Pekerjaan dan karier yang mapan sering dipandang masyarakat, selain untuk menopang kebutuhan finansial, juga sebagai penentu strata sosial dari seseorang. Bahkan banyak orang yang merasa kehilangan arah, ketika tempatnya bekerja, memberhentikannya atau dengan kata lain pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan berbagai alasan tertentu tanpa bisa kompromi.

Tetapi lain lagi yang dilakukan oleh Ainy Fauziyah. Ia justru memilih meninggalkan zona nyaman untuk mengikuti panggilan jiwanya dengan bergabung ke organisasi internasional dalam bidang kemanusiaan, yang pada akhirnya membawa perempuan kelahiran Bangil Jawa Timur ini menjadi seorang Leadership Motivator & Coach, serta penulis buku tentang motivasi.

Selama sembilan tahun perempuan ramah ini bekerja dan berkarier di sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun pada awal tahun 2005, ia merasa kecewa dengan dirinya sendiri yang belum bisa membantu orang lain. Banyak keraguan yang terbesit dalam jiwanya, antara bertahan di zona nyaman tersebut, atau mengejar keinginannya untuk membantu sesama. Sebelum keputusan tersebut diambil, ia merasa perlu untuk meninggalkan kesibukannya bekerja. Kebetulan pada tahun 2006, ia mendapatkan beasiswa dari Yayasan Honda Jepang selama dua bulan dalam program Leadership 21st Century di Jepang.

Di negeri Sakura tersebut, Ainy memperoleh pengalaman batin. Ketika melihat kota Owase dari atas salah satu bukit, ia merasa sangat takjub. Sampai akhirnya tanpa ia sadari air matanya menetes melihat betapa indahnya pemandangan di kota itu hasil ciptaan Tuhan YME itu. Hati Ainy terketuk melihat pemandangan yang elok tersebut, sehingga ia lalu bertanya pada dirinya sendiri, apa yang dapat kamu berikan selama kamu hidup kepada orang lain? Apa yang dapat kamu tinggalkan sebelum ajal menjemputmu?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul dan menyentuh, membangun kesadaraan dalam hati Ainy untuk mengambil keputusan. Akhirnya ia tergugah untuk mendengarkan suara hatinya guna mencapai impiannya yang mulia untuk sesama.

Setelah pulang dari negara matahari terbit tersebut, dengan penuh pertimbangan baik dan buruk dari resiko yang ia ambil berdasarkan pilihannya, ibu dua orang anak ini akhirnya memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman dan aman, dengan keluar dari perusahaan BUMN tersebut dan bergabung dengan organisasi internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan OXFAM Great Britain juga CARE Internasional Indonesia. Keputusan tersebut didukung penuh oleh suaminya.

Melalui organisasi non profit bidang kemanusiaan ini, Ainy mengabdikan diri selama empat tahun dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi korban tsunami di Aceh. Ia mendorong 500 orang perempuan Aceh menjadi tukang cat yang diberi gaji dan sertifikat pada pembangunan rumah di Aceh yang telah hancur tersapu tsunami.

Berasal dari pengalaman dalam memotivasi perempuan, dapat melakukan perubahan apapun untuk dirinya dan sekitarnya seperti di Aceh, Ainy sangat tertarik pada dunia motivasi. Pada tahun 2009, ia membangun Ainy Coaching.

“Saya tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk menjadi seorang entrepreneur, tetapi saya lebih memotivasi orang untuk berubah menjadi lebih baik, terutama kepada perempuan. Dengan motivasi yang berasal dari pengalaman, saya lebih fokus untuk memotivasi dalam kepemimpinan dan pengembangan diri,” terang perempuan yang murah senyum ini.

Peran Orangtua Sangat Kuat

Ainy sangat mengagumi sosok ibunya yang terus mendorong anak-anaknya untuk bersekolah mencapai impian. Meskipun dilahirkan dari keluarga sederhana, dengan profesi ayah sebagai seorang petani, dan ibu seorang guru serta pemilik kursus menjahit di Bangil Jawa Timur, namun orangtuanya sangat peduli kepada pendidikan Ainy dan adik-adiknya untuk sekolah setinggi-tingginya.

Orangtuanya terutama sang ibu, sangat merasakan bagaimana kecewanya jika impian anak-anaknya tidak tercapai, akibat keterbatasan pendidikan yang diperoleh anaknya. Beliau pernah merasakan hal yang sama ketika masih muda, di mana pada saat itu anak perempuan tidak boleh sekolah terlalu tinggi, padahal beliau bermimpi untuk menjadi seorang pramugari. Tapi karena keluarganya tidak membolehkan ibunya melanjutkan SMA kecuali ke sekolah kejuruan keterampilan perempuan, maka cita-cita itu tidak pernah terwujud.

Ibunya pernah berpesan kepada Ainy dan adik-adiknya, bahwa orangtua Ainy tidak akan pernah menghalangi anak-anaknya dalam meraih cita-cita, jadi semuanya harus bersekolah sampai setinggi-tingginya dan biarlah ibu dan ayahnya yang bekerja mencari uang. Pesan tersebut terus memacu perempuan yang meraih S-2 Master of Urban Management Canberra University Australia ini untuk meraih mimpinya sesuai dengan amanat ibunya tersebut.

Motivator untuk Semua Orang

Walaupun tidak membatasi kaum pendengarnya, tapi perempuan kelahiran 29 November 1969 ini kebanyakan memberikan motivasi untuk kaum perempuan. Hal ini bukan karena dirinya seorang perempuan, tetapi menurut Ainy, perempuan sudah mempunyai kekuatan untuk melakukan perubahan baik untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun orang sekitarnya.

Namun sayangnya banyak perempuan yang tidak menyadari akan kemampuannya ini, padahal untuk melakukan perubahan dan keluar dari suatu keterpurukan, perempuan harus memiliki niat, kemauan, kejujuran, kepedulian, dan kebanggaan untuk dapat berdiri sendiri.

“Tentunya dalam hal ini tidak meninggalkan kodratnya sebagai seorang wanita, ibu, serta istri yang mempunyai tanggung jawab terhadap suami dan anak-anaknya,” tambahnya.

Motivasi dilakukan Ainy melalui beragam cara mulai dari seminar, talk show dalam acara televisi maupun radio, menulis di berbagai media massa, menggelar motivation class yang diadakan dua bulan sekali dibawah lembaga miliknya Ainy Coaching, sampai dengan menulis buku. Selama ini, lulusan S-1 Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ini, telah memberikan motivator di berbagai kalangan seperti dhuafa, mahasiswa, serta profesi lainnya yang sangat lekat dengan perempuan seperti bidan sampai dengan putri Indonesia.

Dalam menjalankan profesinya sebagai motivator tersebut, ia sama sekali tidak terkesan menggurui atau menasehati audience maupun pembaca, untuk melakukan perubahan. Tetapi ia lebih banyak bercerita tentang berbagai pengalaman hidup dirinya dan siapapun yang dapat menginspirasi kisahnya yang berjuang dengan gigih mencapai impian dan cita-citanya.

“Dalam mengubah orang jangan pernah memberikan pertanyaan yang memojokkan atau menggurui, tetapi ajaklah mereka dengan bercerita tentang suatu kisah yang memberikan inspirasi. Setelah itu mereka terketuk atau tidak, itu cerita lain. Soalnya jika langsung bertanya dan menggurui itu akan sulit,” kisahnya.

Ainy pun menciptakan metodenya yang disebut Ainy Methode. Melalui metodenya tersebut, ia memotivasi orang untuk meraih sukses yang diimpikan dengan berpegang pada komitmen, konsistensi, kejujuran, keikhlasan, keyakinan, kegigihan, tindakan nyata, dan fokus dalam mencapai tujuan.

Raih Berbagai Prestasi

Berkat kegigihannya dalam memotivasi berbagai kalangan, Ainy telah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari 52 wanita inspiratif di Indonesia SheCan!Award 2011 dari Tupperware Indonesia. Penghargaan ini diperolehnya dengan melakukan tiga hal yakni “Enlighten, Educate, and Empower” yang artinya, melalui profesinya sebagai seorang motivator, ia telah memberikan pencerahan, pemberdayaan, dan pendidikan kepada sesama di era globalisasi ini. Di tahun yang sama ibu dari Rafi dan Briza ini dinobatkan sebagai satu dari 100 perempuan terinspiratif Indonesia oleh majalah Kartini.

Sebagai bukti keahliannya dalam memotivasi, ia telah memiliki International Certified Professional Coach serta mendapatkan akreditasi dari International Coach Federation (ICF). ICF merupakan salah satu lembaga internasional tertinggi di dunia yang mempunyai kredibilitas untuk memberikan sertifikasi kepada para coach di seluruh dunia. Meskipun bukan tujuan utama untuk memperoleh penghargaan, namun berbagai prestasi yang telah ditorehkannya tersebut dapat menjadi salah satu motivator untuk dirinya dan orang lain untuk melakukan perubahan yang positif tanpa pantang menyerah.

Menulis Buku

Selain memotivasi orang lain melalui seminar dan talkshow di berbagai tempat, maupun yang dilakukan melalui Ainy Coaching, pada tahun 2011 Ainy meluncurkan sebuah buku motivasi yang berjudul “Dahsyatnya Kemauan”, yang telah dicetak ulang pada tahun ini. Pada kali pertama diterbitkannya, buku yang mengulas berbagai kisah nyata untuk memotivasi ini menjadi best seller.

“Alhamdulillah melalui buku ini, sudah tiga kali saya menerima royalti dan kami sampaikan untuk anak yatim dhuafa. Untuk cetakan yang kedua ini sekarang saya niatkan seluruh royaltinya untuk yatim dhuafa,” terangnya.

Buku yang banyak memberi inspirasi ini, sambung Ainy, memiliki cerita yang panjang sampai akhirnya dapat diterbitkan. Ia mengaku tidak mempunyai pengalaman dalam dunia tulis menulis, bahkan membutuhkan waktu hingga empat tahun untuk menyelesaikannya. “Saya butuh empat tahun untuk menulis buku ini, karena saya bukan seorang penulis dan belajar dari nol,” ucapnya dengan rendah hati.

Alasan utamanya, ternyata bukan susahnya untuk menulis dan mencari ide, tetapi tulisan yang ia kumpulkan selama empat tahun tersebut hilang dalam sekejap, karena tanpa sengaja file yang tersimpan dalam komputernya terhapus begitu saja tanpa ia sadari. Berbagai upaya dilakukan Ainy untuk mencari file-nya yang telah terhapus, termasuk meminta bantuan orang yang ahli dalam bidang teknologi informasi. Tetapi sayangnya file tersebut tidak ditemukan, sementara file lainnya yang sama-sama terhapus bisa ditemukan.

Ainy sempat menangis seharian, mengetahui hasil tulisannya yang ia tulis dengan susah payah sampai membutuhkan empat tahun dan telah mencapai 85% dari materi buku yang akan ia terbitkan, hilang hanya dalam hitungan detik. Namun ia tidak lantas larut dalam kesedihan yang mendalam.

Di saat sedih melanda jiwa, Ainy selalu bertanya pada dirinya sendiri, apa tujuan utama dari semua yang ia lakukan termasuk dalam menulis buku. Pada waktu itu, Ainy menyadari tujuan utama untuk menulis buku tersebut yaitu untuk kedua buah hatinya, serta orang yang mempunyai impian dan berkeinginan untuk mewujudkannya.

“Saya menulis dan menerbitkan buku ini untuk menunjukkan pada kedua anak saya tercinta, Rafi dan Briza, bahwa di dunia ini kita bisa melakukan apa yang kita mau selama niat kita mulia dan gigih mewujudkannya,“ tuturnya.

Ia berkemauan untuk membuktikan kepada kedua anaknya, jika ibunya yang pada awalnya tidak bisa menulis, karena mau belajar, dan akhirnya berhasil membuktikan bahwa ia bisa jadi penulis, maka kedua buah hatinya pun bisa mencapainya apa yang diinginkan dan diimpikannya. Selain itu buku ini sebagai warisan kepada kedua anaknya, jika kelak Tuhan YME memanggilnya, bahwa semua orang perlu punya mimpi yang bermanfaat serta berusaha untuk mewujudkannya.

“Buku ini juga saya tujukan untuk semua orang yang mempunyai impian dan ingin sekali mewujudkannya. Dan saya ingin menunjukkan bahwa di atas semua ini, selama kita memiliki kemauan yang dahsyat dan impian kita mulia, di situ pasti ada jalan. Karena saya sendiri anak Desa Bangil dari keluarga sederhana yang mempunyai impian luar biasa dan mulia,” urainya dengan optimis.

Akhirnya, daripada sedih berkepanjangan dan mencari data yang hilang, Ainy mengambil sisi positif dari terhapusnya file bahan tulisannya, yaitu dengan mengingat tujuan utama dari menulis buku tersebut. Ainy pun menulis kembali dengan memulai dari awal. Dan hanya dalam waktu empat bulan, buku tersebut telah selesai ditulis dan siap masuk ke penerbit.

Bahkan untuk memotivasi buah hatinya untuk mencapai mimpinya yang mulia, Ainy seringkali mengajak anak-anaknya menjual buku tersebut dalam berbagai acara yang mengundang Ainy sebagai pembicara. Hal itu dilakukan untuk mengajarkan buah hatinya, bahwa hidup itu harus berjuang dengan gigih untuk mencapai tujuan yang mulia.

“Awalnya anak saya canggung karena tidak terbiasa, tetapi akhirnya menjadi terbiasa bagaimana yang dilakukan oleh ibunya,” ujarnya menutup perbincangan.



PROFIL

Nama : Ainy Fauziyah

Tempat dan Tanggal Lahir : Bangil Jatim, 29 November 1969

Pendidikan :

S-1 Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

S-2 Master of Urban Management Canberra University – Australia

Prestasi :

Wakil dari Indonesia dalam Leadership for 21st Century Training di Jepang pada Juni 2006

Pembicara di International Shelter Meeting di Geneva-Switzerland pada Juni 2007

Pembicara di International Shelter Evaluation Workshop di Chennai-India pada Oktober 2008

Mendapat penghargaan SheCan!Awards 2011 dari Tupperware Indonesia, sebagai salah satu dari 52 wanita inspiratif di Indonesia

Satu dari 100 Perempuan Terinspiratif Indonesia 2011 oleh Majalah Kartini

Teks: Yatni Setianingsih | Foto: Yatni Setianingsih & dokumentasi pribadi
‹ Kembali


Referensia SINDO TV