Think Bigger, Act Smarter, Live Better!

Ganti Bahasa Indonesia

Event


Training Motivasi Leadership - The Power of Focus bersama PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama TbkTraining Motivasi Leadership - The Power of Focus bersama PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk

Training Leadership di Jakarta - The Power of Focus. Seminar motivasi leadership dengan topik "The Power of Focus" ... read more

Training Leadership Publik - Creative ThinkingTraining Leadership Publik - Creative Thinking

Training leadership publik di Jakarta Creative Thinking. Training leadership Publik "Creative Thinking" bersama Motivator Wanita Terbaik Indonesia, Ainy Fauziyah ... read more

Seminar di Jakarta : Working with Emotional Intelligence bersama PT Angkasa Pura IISeminar di Jakarta : Working with Emotional Intelligence bersama PT Angkasa Pura II

Semi nar motivasi leadership dengan para team leader PT Angkasa Pura II ini diikuti para peserta dengan ... read more

Seminar Motivasi Leadership - The Power of Focus bersama PT EP-TEC Solutions IndonesiaSeminar Motivasi Leadership - The Power of Focus bersama PT EP-TEC Solutions Indonesia

Seminar di Bogor - The Power of Focus. Seminar motivasi leadership dengan topik "The Power of Focus" ... read more

Training Leadership Publik - Productivity ImprovementTraining Leadership Publik - Productivity Improvement

Training publik di Jakarta - Productivity Improvement . Training leadership publik "Productivity Improvement" telah dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Januari 2018 kemarin, ... read more

Training Motivasi Leadership - Bekerja Dengan Hati bersama PT Sanden IndonesiaTraining Motivasi Leadership - Bekerja Dengan Hati bersama PT Sanden Indonesia

Training leadership di Sukabumi - Bekerja Dengan Hati. Training motivasi leadership bersama PT Sanden Indonesia pada tanggal 16 Desember 2017 kemarin ... read more

Training Leadership Publik - Strategic LeadershipTraining Leadership Publik - Strategic Leadership

Training publik di Jakarta - Strategic Leadership. Training leadership publik dengan topik 'Strategic Leadership' berjalan pada hari Kamis, 7 Desember ... read more

Seminar Motivasi Leadership - Leadership Fundamental berasama PPLIPI - Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi IndonesiaSeminar Motivasi Leadership - Leadership Fundamental berasama PPLIPI - Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia

Seminar motivasi leadership di Bogor - Leadership Fundamental . Momen seru di seminar motivasi leadership bersama PPLI (Perhimpunan Perempuan ... read more

Training Motivasi Leadership - Productivity Improvement bersama Bank Indonesia cab. BanjarmasinTraining Motivasi Leadership - Productivity Improvement bersama Bank Indonesia cab. Banjarmasin

Training motivasi leadership di Banjarmasin - Productivity Improvement. Training motivasi leadership bersama Bank Indonesia cabang Banjarmasin di Hotel Golden Tulip ... read more


View All Event

News

Detik.com - Jadi Korban Bullying Saat Baru Masuk Kerja, Apa yang Harus dilakukan?


Detik.com Bullying di dunia kerja bisa saja dialami beberapa karyawan, terutama yang baru masuk kerja. Meskipun mungkin tidak secara terang-terangan seperti yang biasa terjadi di SMA atau kuliah, perlakuan yang semena-mena atau sikap mengucilkan dari senior kepada juniornya terkadang membuat karyawan baru merasa 'tersiksa batin' dan tidak betah.

Ketika 'anak baru' mendapat bullying, baik itu secara eksplisit maupun implisit, apa yang sebaiknya dilakukan? Langsung berhenti kerja atau memilih bertahan? Pembicara dan motivator kepemimpinan Ainy Fauziyah tidak menyarankan karyawan yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari koleganya untuk keluar dari tempat kerja.

"Buat saya sayang banget. Banyak pengalaman hidup yang kita tidak dapatkan di kampus tapi didapat di dunia kerja. Dan tantangan menjadi anak baru adalah mendapat atasan yang tidak suportif," ujar lulusan S2 di Canberra University, Australia, jurusan Urban Management ini ketika berbincang dengan Wolipop di kantornya, PT. Aifa Globalindo, Grand Wisata, Bekasi.

Sementara menurut pakar sumber daya alam Handi Kurniawan, perlakuan bully justru lebih sering terjadi di tingkat senior ke atas ketimbang pada karyawan baru. Pria yang bekerja sebagai Head HR Strategic Management di Sinarmas Agribusiness & Food ini mengatakan bahwa bullying bisa terjadi di mana saja dan kapan saja tanpa pandang bulu.

"Saya rasa perusahaan di Indonesia nggak banyak bully-bullyan. Tapi memang ada beberapa perusahaan yang sangat kompetitif," tuturnya saat ditemui di Sinar Mas Land Plaza, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2014).

Bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi saat jadi 'korban' perilaku bullying dari rekan kantor atau atasan? Ainy dan Handi pun memberikan beberapa tipsnya.

1. Berpikir Positif
Menurut Ainy, bullying bisa dilakukan dengan cara yang bermacam-macam. Apakah diperlakukan semena-mena, diberi banyak pekerjaan, jadi bahan pembicaraan atau mendapatkan kata-kata yang menyakitkan. Untuk kasus yang kedua, maka wanita berusia 45 tahun ini menyarankan untuk mengambil sisi positifnya terlebih dahulu.

"Saya punya prinsip ketika saya punya kerjaan banyak, saya mendapat ilmu banyak. Saya justru tidak suka kalau di kantor bengong tidak ada kerjaan. Harusnya kita anak baru punya perasaan bersalah kalau tidak punya pekerjaan. Justru kalau dikasih kerjaan banyak malah bagus karena itu kepercayaan buat kita. Kalau kerjaan kita banyak ya bersyukurlah itu artinya kita sangat terpakai. Dan berhentilah merasa di-bully karena menurut saya, berila yang terbaik karena nanti pasti nama kita harus ketika kita meninggalkan kantor," urai Ainy.

2. Mengadu ke Atasan Langsung
Apabila bully-ing dilakukan oleh rekan kerja, maka yang dapat Anda lakukan adalah mengadu ke atasan langsung. Dari situ, atasan bisa menentukan langkah yang bisa diambil selanjutnya. "Ngadu ke bosnya, menurut saya itu paling utama," tukas Handi.

3. Mengadu ke HRD
Jika atasan tidak bisa membantu, Anda bisa memberitahukannya ke bagian HRD. Pihak HRD biasanya bersedia mengurusi permasalahan karyawan dan ketenagakerjaan, selama konteksnya masih di lingkungan kerja dan berhubungan dengan pekerjaan, bukan masalah pribadi.

4. Masukkan Pengaduan ke Drop Box
Beberapa perusahaan ada yang menyediakan kotak pengaduan bagi para karyawannya. Jika kantor Anda memiliki fasilitas ini, tidak ada salahnya mencoba mengungkapkan hal-hal yang kurang mengenakkan dari kantor ke drop box, untuk diketahui atau mungkin ditindak lebih lanjut.

5. Jangan Mengadu ke Sesama Rekan Kerja
Handi sangat tidak menyarankan untuk mengadu ke sesama rekan kerja karena menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Jika ingin membicarakan bullying yang Anda alami, maka pilihlah orang yang tepat dan berkompeten dalam menyelesaikan permasalahan karyawan. Teman yang seperti ini dikenal dengan istilah informal leader.

"Biasanya di perusahaan-perusahaan ada informal leader. Dia nggak harus officially direktur atau manajer tapi di orang yang (pendapatnya) didengar sama yang lain. Mungkin sudah lama banget kerja di situ. Nah, dia bisa saja dimintai pendapat. Tapi kalau salah curhat juga bisa tambah keruh," terang lulusan MBA di University of Western Australia ini.


‹ Back


Video Motivasi Leadership & Motivasi ALC Ainy Leadership Center