Think Bigger, Act Smarter, Live Better!

Switch Language English

Event


SEMINAR MOTIVASI LEADERSHIP FUNDAMENTAL BERSAMA PPLIPI - PERHIMPUNAN PEREMPUAN LINTAS PROFESI INDONESIASEMINAR MOTIVASI LEADERSHIP FUNDAMENTAL BERSAMA PPLIPI - PERHIMPUNAN PEREMPUAN LINTAS PROFESI INDONESIA

Mome n seru di seminar motivasi leadership bersama PPLI (Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia) di Aston Hotel Bogor pada ... Detil

TRAINING MOTIVASI LEADERSHIP PRODUCTIVITY IMPROVEMENT BERSAMA BANK INDONESIA CAB BANJARMASINTRAINING MOTIVASI LEADERSHIP PRODUCTIVITY IMPROVEMENT BERSAMA BANK INDONESIA CAB BANJARMASIN

Trai ning motivasi leadership bersama Bank Indonesia cabang Banjarmasin di Hotel Golden Tulip Galaxy Banjarmasin pada tanggal 7 Oktober 2017 ... Detil

SEMINAR MOTIVASI LEADERSHIP BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EVER E 250 DI JAKARTASEMINAR MOTIVASI LEADERSHIP BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EVER E 250 DI JAKARTA

Work shop seru yang dihadiri oleh 107 Ever Ladies dengan topik "Healthy Skin Beauty Begins" bersama EverE250 ... Detil

TRAINING MOTIVASI LEADERSHIP BERSAMA KIARA & PPNITRAINING MOTIVASI LEADERSHIP BERSAMA KIARA & PPNI

Even t training motivasi leadership bersama KIARA di Jakarta pada tanggal 7 September 2017 yang lalu. BISA menjadi ... Detil

SEMINAR MOTIVASI BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EverE250 DI BANDUNGSEMINAR MOTIVASI BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EverE250 DI BANDUNG

Mome n bersama peserta workshop Healthy Skin, Beauty Begins dari EverE250 - Konimex yang sangat menyenangkan, seru dan ... Detil

SEMINAR SUPERWOMAN FOR CAREER BERSAMA PT GMF AEROASIA - GARUDA INDONESIA GROUPSEMINAR SUPERWOMAN FOR CAREER BERSAMA PT GMF AEROASIA - GARUDA INDONESIA GROUP

Moti vasi leadership bersama Ainy Fauziyah, pakar motivasi Indonesia yang sangat inspiratif, menggugah dan seru dalam memperingati Hari Kartini dengan topik ... Detil

SEMINAR MOTIVASI BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EverE250 DI YOGYAKARTA SEMINAR MOTIVASI BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EverE250 DI YOGYAKARTA

Mome nt seru dalam event 'Healthy Skin Beauty Begins' bersama EverE250 dan Utindo Creative Works di Hotel ... Detil

SEMINAR MOTIVASI LEADERSHIP BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EVER E 250 DI SURABAYASEMINAR MOTIVASI LEADERSHIP BEAUTY WITH A PURPOSE BERSAMA EVER E 250 DI SURABAYA

Semi nar motivasi yang seru bersama EverE250 dan Utindo Creative Works di Santika Premier Hotel Surabaya pada tanggal ... Detil

TRAINING LEADERSHIP PUBLIK THE SPEED OF TRUST - HOTEL AMARIS PANCORANTRAINING LEADERSHIP PUBLIK THE SPEED OF TRUST - HOTEL AMARIS PANCORAN

Trai ning leadership publik dengan topik 'The Speed of Trust' berjalan pada hari Kamis, 10 Agustus 2017 ... Detil


View All Event

Social Activities

MUHAMMAD YUDISTIRA TASLIM


Muhammad Yudistira Taslim, salah satu penerima beasiswa sekolah dari royalti buku best seller Dahsyatnya Kemauan ini menceritakan tentang dirinya disini.

Berikut kisah perjalanan pemuda yang biasa dipanggil Yudis:

Namaku adalah Muhammad Yudistira Taslim, aku biasa dipanggil Yudis. Aku lahir di kota Jember tanggal 7 Januari 1997. Ayahku bernama Moch. Solikhin beliau adalah sosok ayah yang baik, serta ayah yang sangat menyayangi kami anak-anaknya, sementara ibuku bernama Susanti, beliau adalah ibu yang tegar dengan senyum hangat yang selalu menghiasi wajahnya.

Semenjak kecil aku sudah ditinggal oleh kedua orang tuaku pergi ke tanah perantauan, pulau yang dijuluki sebagai pulau para Dewa, Bali. Aku tinggal di Desa Karang Anyar, kec Ambulu, kab Jember Jawa Timur. Aku adalah anak ke-2 dari tiga bersaudara, aku tinggal bersama nenek dan kakak perempuanku, sementara saudara kembarku dibawa oleh kedua orang tuaku merantau semenjak masih bayi.

Di sekolah aku dikenal sebagai anak yang aktif, mungkin karena aku gemar sekali berbicara dan bercerita, aku suka sekali bercerita kepada teman-temanku khususnya cerita mistis dikala jam istirahat sekolah.

Selain belajar di sekolah umum aku juga belajar mengaji di TPQ, tepatnya di TPQ Arrahman, jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku, kira-kira hanya berjarak sekitar tiga rumah. Disini aku diajarkan banyak ilmu agama mulai dari belajar membaca dan menulis Al-Quran, ilmu tajwid, ilmu ghorib, dan masih banyak lagi.

Masih segar dalam ingatanku saat duduk di bangku kelas 4 SD aku sering di tunjuk untuk mewakili sekolah dalam lomba menulis, aku sangat suka menulis, karena dengan menulis aku bisa mengungkapkan perasaan sesuka hatiku tanpa dapat di dengar oleh orang lain, aku bisa berbagi ilmu dan informasi kepada orang lain tanpa ada yang membatasi. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa selain menulis aku juga hobi menggambar.

Suatu hari aku dengar kabar bahwa orang tuaku pulang ke kota Jember tercnta. Rasanya gembira dan bahagia hati ini mendengar bahwa mereka telah pulang. Akan tetapi kebahagiaan itu sirna sekejap ketika mengetahui bahwa ayahku tengah berbaring di rumah sakit dalam keadaan kritis. Ayahku telah lama mengidap penyakit Diabetes. Setiap hari aku berdoa kepada yang Maha Kuasa, aku mohon supaya Allah memberikan kesembuhan kepada ayahku, aku ingin kami bisa bersama-sama kembali seperti dulu.

Karena keterbatasan biaya aku tidak bisa menjenguk ayahku setiap hari, mengingat usiaku yang masih kecil. Hanya harap dan doalah yang bisa aku lakukan untukmu ayah.
Setelah dilakukan cuci darah kondisi ayahku kembali menurun dan tak sadarkan diri. Aku sangat cemas mendengar kabar tersebut, aku hanyalah seorang anak kecil biasa yang tidak dapat berbuat banyak untuk kesembuhan ayahku, yang terlintas dalam benakku hanyalah harap dan doa serta pasrah kepada Allah SWT.

Tepat hari kamis 15 Maret 2007 ayahku menghembuskan nafas terakhir, beliau telah berpulang ke Rahmatullah, tempat nan jauh disana untuk selama-lamanya. Tak terasa airmata ini mulai menetes, tangisku pun mulai pecah merasakan kesedihan yang sudah tak mampu ku bendung. Kini sesosok teladan telah menghilang, sosok orang ku cintai telah pergi meninggalkanku untuk selamanya. Setelah di sholatkan ayahku dimakamkan di pemakaman umum yang ada di desaku secara sederhana.

Satu hal terakhir yang ku ingat dari ayahku, yaitu ketika liburan semester lalu setelah aku menghabiskan liburan di Bali, beliaulah yang mengantarkanku pulang ke Jawa. Sepanjang perjalanan beliau selalu menanyakan keadaanku, apakah aku lapar, apakah aku mengantuk dan sebagainya sembari tersenyum manis yang menghangatkan suasana malam yang dingin dan gelap. Perjalanan inilah terakhir kali aku bertemu dengan ayahku, walaupun kini dia telah tiada, tetapi ia akan tetap hidup dalam hatiku.

Setelah kepergian ayahku, aku menjadi sesosok anak yang pendiam, tidak banyak bicara lagi seperti dulu. Seringkali aku di ejek oleh temanku bahwa aku tidak lagi memiliki ayah, memang hal itu fakta dan benar adanya. Tapi coba kalian rasakan bagaimana jika kalian berada di posisiku sekarang, pasti sedih bukan? Setiap kali mereka mengejekku, tak terasa airmata ini perlahan membasahi pipiku. Aku mencoba untuk tetap bertahan, karena aku yakin bahwa disetiap ujian pasti ada hikmahnya.

Duduk di bangku kelas 5 SD, saudara kembarku memutuskan untuk pindah sekolah ke Jawa. Aku merasa amat senang karena kini aku mempunyai teman sebagai penawar rasa sepi yang kurasakan selama ini. Setiap harinya, usai pulang sekolah kami biasa menghabiskan waktu bermain bersama, kami beserta teman-teman yang lain biasa bermain petak umpet, kelereng, sepak tekong, ingkling, dan masih banyak lagi.

Tanpa terasa 2 tahun berlalu begitu cepat, setelah lulus SD aku melanjutkan ke sekolah impianku yaitu SMPN 1 Ambulu setelah diterima aku masuk sebagai siswa kelas VII B. Di kelas ini aku seperti menemukan kebahagiaaan tersendiri, disini aku menemukan banyak teman yang baik dan perhatian.

Ayahku telah tiada, kini Ibuku lah yang menjadi tulang punggung keluarga, wanita tangguh yang berjuang keras membanting tulang, memeras keringat di tanah perantauan demi mencari sesuap nasi untuk kami anaknya di kampong halaman. Di tengah kerasnya hidup sebagai perantauan, ibuku bekerja sebagai karyawan pabrik, gaji yang diterima hanya cukup untuk makan sehari-hari itupun masih dibagi dan dikirimkan ke kampung halaman.

Aku bersekolah hanya dapat mengandalkan bantuan dari pemerintah berupa BSM (Bantuan Siswa Miskin), tidak akan ku sia-siakan kesempatan ini, aku akan belajar dan mencari ilmu sebanyak yang aku mampu. Setiap jalan pasti ada rintangannya, ya… aku kerap kali mengalami kendala dalam bersekolah seperti ban sepeda bocor, ban sepedaku seringkali bocor disaat yang tidak tepat, yang ku heran ban sepedaku bocor bertepatan dengan hari jumat.

Sepulang sekolah aku langsung pulang untuk merawat nenekku yang sedang sakit. Nenekku telah lama mengidap penyakit diabetes, mungkin setelah ayah meninggallah nenekku menjadi sakit-sakitan akibat komplikasi yang menyerangnya. Kini mata nenekku telah kabur, penyakitnya pun semakin bertambah parah, seringkali ia merasa lemas dan drop akibat hypertensi yang juga dideritanya. Setiap harinya terutama setelah melaksanakan sholat, ia menagis seraya berdoa meminta kesembuhan kepada yang Maha Pencipta. Aku turut memohonkan kesembuhan untuknya dalam doaku, aku tidak ingin hal buruk terjadi padanya, karena dialah yang telah merwat dan membesarkanku semenjak bayi.

Mentari yang tadinya malu-malu kini mulai menampakan sinarnya, akupun segera bersiap-siap berangkat kesekolah dengan mengenakan seragam almamater kebanggaanku yang bertuliskan “Pradnya Kridha Mitreka”. Aku berangkat dengan menggunakan sepeda ontel kesayanganku menuju sekolah yang berjarak kira-kira sekitar ± 6 km. setiap hari kulalui dengan penuh semangat, hingga tibalah saatnya pengumuman kelulusan.

Setelah menghadapi serangkaian Ujian Nasional dan Ujian Sekolah pikiran para siswa menjadi gelisah menunggu pengumuman dari sekolah, oleh karena itu secara serempak sekolah mengadakan sholat Dhuha bersama, pikiranku kini bisa sedikit lebih tenang. Semilir angin berhembus menyejukkan kalbu, pikiran ini kembali tertuju pada saat acara istighosyah sekolah di selenggarakan, disini terdapat sepenggal kalimat dari pak guru yang sangat menyentuh hati.


“Bayangkan ketika kita sedang asyik tertawa di sekolah, ketika kita sedang asyik bercanda dengan teman, kita tidak tahu apa yang dilakukan oleh orang tua kita diluar sana, kita tidak tahu dimana mereka sekarang berada, coba kita bayangkan seandainya kita pulang sekolah tiba-tiba ada bendera kuning yang berkibar di depan rumah kita, bendera yang menandakan bahwa orang tua kita telah tiada. Coba kalian renungkan berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan terhadap keuda orang tua kita, berapa banyak kita telah menyakiti hati mereka, karena itu peluklah mereka selagi kau bisa memeluknya, minta maaflah kepada mereka, dan bahagiakanlah mereka sebelum semuanya terlambat.”



Seketika teman-temanku menangis terisak sembari memeluk orang tua mereka masing-masing sementara aku hanya bisa menagis dan membayangkan mereka dari kejauhan.

Kelulusan adalah salah satu peristiwa yang paling mengesankan dihati sebagian orang, termasuk aku. Perasaan gugup, cemas, dan penasaran bercampur aduk menjadi satu, terutama saat pak kepala sekolah mengatakan bahwa terdapat anak yang yang tidak lulus yang namanya terdapat dalam banner yang telah tergantung di atas mimbar. Perasaan ini semakin menjadi tidak tenang ketika pak Kepsek maju dan perlahan menarik tali yang mengikat banner. Aku pejamkan mata ini, beberapa saat kemudian aku mendengar teriakan salah seorang temanku yang mengatakan “Aku lulus…” perlahan kubuka mata ini, seketika tangis haru dan kebahagiaan mewarnai diriku setelah mengetahui banner tersebut bertuliskan “SISWA SMP NEGERI AMBULU LULUS 100%”. Kami semua menangis dalam haru, ada yang meluapkan perasaannya dengan tersenyum, menangis, sujud syukur dan lain-lain. Rasanya lulus itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dan tentunya itu adalah salah satu hal yang berkesan dalam hidupku.

Setelah lulus dari SMP sebenarnya aku ingin melanjutkan ke SMA yang sudah lama ku impikan, namun kurasa itu mustahil dikarenakan keterbatasan biaya. Impian biarlah tetap menjadi impian, aku bingung dan khawatir tidak dapat melanjutkan sekolah. Namun keajaiban datang, kini aku dapat melanjutkan sekolah di SMA Bima Ambulu tepatnya di kelas X.E atas bantuan seseorang yang masih peduli terhadapku. Di kelas ini aku bertemu dengan teman-teman baru, disini aku juga mendapat sahabat baru, ia bernama Novia, ia baik, lucu dan dapat diandalkan sebagai teman curhat. Sebenarnya aku suka dengannya, namun perasaan itu segera kutepis untuk menjaga persahabatan yang telah kami bina. Di kelas ini pula pertama kali aku bertemu dengan guru yang kurasa cukup fenomenal, sebenarnya semua guru itu baik lho, namun kalo yang satu ini selain baik beliau juga humoris, tegas dan selalu memberikan perhatian kepada anak didiknya termasuk aku.

Aku memiliki cita-cita menjadi seorang dosen, dan kuliah di universitas gajah mada, Jogjakarta. Namun jalan untuk meraihnya tidaklah mudah, suatu hari terdengar kabar akan diadakan lomba Botanical Games se-ekskrasidenan besuki, kesempatan ini tidak ku sia-siakan, menurutku ini adalah jalan untuk menghantarkanku meraih cita-cita. Setiap hari aku mempelajari materi-materi yang kemungkinan keluar dalam lomba tersebut. Hari pelaksanaan lombapun tiba. Aku tidak menganggapnya beban untuk meraih juara, yang kupikirkan hanyalah pengalaman yang akan kudapatkan, semua soal telah ku jawab walaupun beberapa ada yang tidak ku mengerti. Alhamdulillah aku berhasil meraih juara 3.

Memasuki pertengahan semester ganjil, kondisi nenekku semakin mengkhawatirkan, saat tengah malam beliau sering merintih kesakitan, terkadang beliau juga mengadu kepadaku bahwa ia sudah tidak kuat lagi akan sakit yang ia rasakan, aku hanya bisa menguatinya dengan mengatakan bahwa nenek harus kuat dan sabar.

Tapi pukul 19.00 WIB pada tanggal 19 Oktober 2012 nenekku menghembuskan nafas terakhirnya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi aku hanya bisa ikhlas dan pasrah, dan hanya bisa mendoakannya agar beliau mendapatkan tempat terindah disisi-Nya. Kini aku hanya tinggal berdua bersama adikku, rumah terasa sepi sekali.

Saat ini aku tengah menghadapi ujian semester genap yang menentukan naik atau tidaknya aku. Menjelang ujian aku habiskan waktu luang untuk belajar, aku berharap aku bisa meraih lagi juara parallel seperti semester lalu. Alhamdulillah atas kerja kerasku selama ini aku mendapatkan juara 1 paralel berturut-turut, selain itu aku juga memenangkan juara 3 dalam lomba Botanical Games bidang study biologi. Aku sangat bersyukur atas karunia Allah SWT yang sangat luar biasa ini.

Karena cita-citaku menjadi seorang dosen maka aku ingin selalu berkecimpung di dunia pendidikan, selain itu aku juga ingin menjadi seorang penulis yang karyaku dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun apakah aku bisa menggapai cita-citaku? Apakah aku bisa melanjutkan sekolah? Pertanyaan itulah yang sering berlalu-lalang di pikiranku, satu-satunya jalan untuk meraih impianku adalah dengan melanjutkan kuliah, dan untuk mewujudkannya aku haruslah berprestasi, mulai detik ini aku akan belajar lebih giat lagi, pepatah mengatakan “Jer Basuki Mawabeya” segala sesuatu itu membutuhkan biaya atau pengorbanan, menurutku pengorbanan disini bukanlah hanya dalam bentuk materi saja, akan tetapi sesuatu yang lebih berharga dari materi yaitu waktu.

Korbankanlah waktumu walau hanya sebentar saja, gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti belajar, karena orang yang pandai adalah orang yang dapat memanfaatkan waktu dengan sebai-baiknya.
Semua keinginan dan cita-citaku ku serahkan kepada Alllah SWT, semua itu akan tetap menjadi misteri ilahi.



‹ Kembali


Testimoni Bank BCA